Cara Mencegah Mastitis Payudara Selama Masa Menyusui

Mastitis atau peradangan payudara merupakan hal yang sering dialami ibu selama masa menyusui, terutama pada bulan pertama setelah melahirkan. Data laporan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012-2013, 55% ibu menyusui mengalami mastitis dan pembengkakan. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah dan mengatasi Mastitis Payudara.

mastitis payudara

Apa Itu Mastitis?
Mastitis merupakan peradangan payudara yang umumnya disebabkan karena infeksi. Kondisi ini menyebabkan jaringan parenkim payudara menjadi bengkak dan meradang. Meskipun kondisi ini dapat terjadi pada setiap wanita, paling umum dialami ibu menyusui selama 6 bulan pertama. Banyak ibu yang berhenti menyusui akibat rasa tidak nyaman saat mengalami mastitis.

Gejala umum yang sering muncul saat mengalami mastitis antara lain adalah peradangan dan pembengkakan payudara disertai rasa panas dan nyeri, rasa gatal, terdapat benjolan di payudara, ukuran salah satu payudara membesar, puting mengeluarkan nanah, mudah lelah dan pembesaran kelenjar getah bening.

Penyebab Mastitis
Penyebab utama mastitis adalah infeksi bakteri serta saluran ASI yang tersumbat dan mengendap di saluran susu. Bakteri Staphylococcus atau Streptococcus dapat menginfeksi jaringan payudara melalui luka di puting maupun saluran susu. Umumnya bakteri ini berasal dari mulut bayi atau permukaan kulit payudara.

Selain kedua hal tersebut, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya mastitis, yaitu luka pada puting, menyusui hanya dengan satu payudara, memakai bra yang terlalu ketat, kelelahan, tidak teraturnya frekuensi menyusui dan pernah mengalami mastitis di masa lalu.

Penanganan Mastitis
Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menangani masalah mastitis payudara antara lain adalah banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi agar produksi ASI tetap lancar, istirahat cukup, mengompres payudara dengan menggunakan air hangat sebelum menyusui, pijatlah payudara dengan lembut saat menyusui, dan peraslah ASI yang tersisa setelah menyusui.

Ketika sedang mengalami mastitis usahakan untuk tetap menyusui meskipun payudara sedang mengalami abses atau pembengkakan. Pemberian ASI dengan frekuensi lebih sering juga disarankan selama mengalami mastitis untuk mempercepat penyembuhan.

Jika tidak kunjung sembuh atau Anda tidak nyaman dengan gejala yang ditimbulkan, Anda bisa berkonsultasi ke dokter. Umumnya dokter akan memberi obat pereda nyeri dan demam seperti parasetamol atau ibuprofen, serta antibiotik jika diduga masalah tersebut disebabkan karena infeksi bakteri.

Cara Mencegah Mastitis
Mastitis memang bukan penyakit yang serius dan masih bisa diobati, namun rasa sakit dan tidak nyaman yang ditimbulkan pasti sangat mengganggu saat menyusui. Guna menghindari terjadinya mastitis yang berulang Anda bisa melakukan beberapa tindak pencegahan dengan cara memberikan ASI secara benar.

Pencegahan mastitis bisa Anda lakukan dengan menghindari faktor resiko ASI tersumbat di Payudara, seperti memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan, menyusui sesering mungkin terutama ketika payudara terasa penuh, memastikan bayi benar-benar menghisap payudara, mengatur Jarak menyusui dan hindari tekanan pada payudara baik dari bra ataupun pakaian.

Selain itu posisi menyusui juga berpengaruh terhadap penyumbatan ASI. Jangan menyusui hanya menggunakan salah satu payudara, usahakan untuk bergantian. Menggunakan salah satu payudara dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pada salah satu payudara. Ketika menyusui sering-seringlah berpindah posisi agar ASI yang keluar lebih lancar.

Itulah pembahasan singkat tentang mastitis payudara yang umum terjadi pada ibu selama masa menyusui. Informasi lain seputar kehamilan dan tumbuh kembang anak bisa Anda lihat di laman generasimaju.co.id. Jika memiliki pertanyaan seputar hal tersebut Anda juga bisa berkonsultasi secara langsung dengan para ahli melalui laman generasimaju.co.id.
Cara Mencegah Mastitis Payudara Selama Masa Menyusui Cara Mencegah Mastitis Payudara Selama Masa Menyusui Reviewed by Erna Wati on Juli 23, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar